assalamualaiku wr.wb
kali ini saya akan membahas tentang ilmu subnetting
A.PENGERTIAN
subnetting adalah Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan
IP addres kelas A
¾ Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 167.205.26.161, network ID = 167.205 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host
.
IP addres kelas B
¾ IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.
IP addres kelas C
Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk network prefix kelas B.
B.LATAR BELAKANG
subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk menjadikan network ID baru.
C.MAKSUD DAN TUJUAN
mengefisienkan alokasi IP dalamdalam sebuah jaringan agar dapat digunakan secara optimal dalam penggunaan IP Address.
D.JANGKA WAKTU YANG DIBUTUH KAN
jangka waktu yang saya butuhkan sekitar 5-10 menit dalam tahap pembelajaran awam.
E.ALAT DAN BAHAN
alat yang dibutuhkan adalah laptop/pc/komputer.
F.TAHAP PELAKSANAAN
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah:
11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
Contoh Tabel Subnetting Pada IPv4 kelas C
Contoh Subnetting :
CONTOH NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192) (x diambil dari oktet terakhir yaitu sebanyak 2 buah).
SUBNET 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
HOST AWAL 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
HOST AKHIR 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
BROADCAST 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
H.KESIMPULAN
ip address sangatdi butuh kan oleh komputer yang tergabung dalam suatu jaringan.
I.REFERENSI
http://kempoelphonix.blogspot.co.id/2013/04/makalah-tentang-subnetting.html
materi mikrotik-5-12.pdf
SUBNETTING
kali ini saya akan membahas tentang ilmu subnetting
A.PENGERTIAN
subnetting adalah Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan
IP addres kelas A
¾ Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 167.205.26.161, network ID = 167.205 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host
.
| 128 – 191 | 0 – 255 | 0 – 255 | 0 – 255 |
| 10nnnnnn | Nnnnnnnn | Hhhhhhhh | hhhhhhhh |
¾ IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.
| 192 – 223 | 0 – 255 | 0 – 255 | 0 – 255 |
| 110nnnnn | Nnnnnnnn | Nnnnnnnn | hhhhhhhh |
Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk network prefix kelas B.
B.LATAR BELAKANG
subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk menjadikan network ID baru.
C.MAKSUD DAN TUJUAN
mengefisienkan alokasi IP dalamdalam sebuah jaringan agar dapat digunakan secara optimal dalam penggunaan IP Address.
D.JANGKA WAKTU YANG DIBUTUH KAN
jangka waktu yang saya butuhkan sekitar 5-10 menit dalam tahap pembelajaran awam.
E.ALAT DAN BAHAN
alat yang dibutuhkan adalah laptop/pc/komputer.
F.TAHAP PELAKSANAAN
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah:
11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
Contoh Tabel Subnetting Pada IPv4 kelas C
| Subnet Mask |
Nilai CIDR
|
| 255.255.128.0 | /17 |
| 255.255.192.0 | /18 |
| 255.255.224.0 | /19 |
| 255.255.240.0 | /20 |
| 255.255.248.0 | /21 |
| 255.255.252.0 | /22 |
| 255.255.254.0 | /23 |
| 255.255.255.0 | /24 |
| 255.255.255.128 | /25 |
| 255.255.255.192 | /26 |
CONTOH NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192) (x diambil dari oktet terakhir yaitu sebanyak 2 buah).
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Banyak binari nya adalah 6. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
- Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya. Hasil akhirnya dapat kita lihat pada Tabel berikut.
SUBNET 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
HOST AWAL 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
HOST AKHIR 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
BROADCAST 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
H.KESIMPULAN
ip address sangatdi butuh kan oleh komputer yang tergabung dalam suatu jaringan.
Dan IP address sangat penting dalam sharing data dalam jaringan
Subneting penting karena sebuah network address tunggal seperti dapat kita pecah menjadi subnetwork, atau disingkat subnet. Dan dapat membuat fleksibilitas addressing.
I.REFERENSI
http://kempoelphonix.blogspot.co.id/2013/04/makalah-tentang-subnetting.html
materi mikrotik-5-12.pdf



0 komentar:
Posting Komentar